Pembangunan Megah, Pajak Tinggi, Traffic Light Rusak
Opini | Pmiibulukumba.id
Sekarang banyak daerah bangga dengan pembangunan fisik yang besar dan megah. Jalan mulus, gedung tinggi, dan fasilitas umum yang terlihat keren sering dijadikan bukti kemajuan. Namun, dibalik semua itu, hal-hal sederhana yang penting untuk keselamatan masyarakat sering terlupakan, seperti lampu lalu lintas yang rusak. Efisiensi anggaran selalu menjadi alasan pemerintah atas perbaikan fasilitas dasar, namun ketika diamatai lebih mendalam, fasilitas dasar ini ternyata Sudah tidak berfungsi sejak lama sebelum kebijakan efisiensi anggaran ditetapkan. Di Bulukumba misalnya, ada beberapa traffic light yang tidak berfungsi secara maksimal atau bahkan mati total di antaranya:
- Perempatan Jl. A. Mappijalan – STAI Al-Gazali
Setiap pagi dan sore jalan ini sangat ramai. Mahasiswa, pelajar, dan kendaraan dari empat arah berkumpul di sini. Lampu lalu lintas yang rusak membuat arus kendaraan kacau dan rawan kecelakaan. - Jl. Nenas – Caile, dekat RSUD H. Andi Sultan Daeng Radja
Lokasinya dekat rumah sakit, tapi kendaraan tetap berlalu-lalang tanpa pengaturan. Ambulans pun sulit keluar-masuk dengan aman. - Jl. Lanto Deng Pasewang
Ini jalur utama menuju pasar, sekolah, dan kantor pemerintahan. Lampu rusak berarti kemacetan dan risiko kecelakaan setiap jam sibuk. - Jl. Pisang, Kec. Ujung Bulu
Pusat ekonomi lokal. Pejalan kaki harus menyeberang jalan dengan risiko tinggi karena lampu lalu lintas mati. - Jl. Jambu – Tanah Kongkong, Kec. Ujung Bulu
Jalur penghubung antar-kecamatan. Truk dan bus pun jadi tidak punya panduan kapan berhenti atau jalan, rawan kecelakaan.
Lampu lalu lintas itu seharusnya menjadi benteng pertama untuk mencegah kecelakaan. Tapi kalau dibiarkan rusak, keselamatan orang setiap hari terancam. Ironinya, saat lampu-lampu ini rusak, banyak anggaran besar justru digunakan untuk proyek yang cuma terlihat megah, tapi tidak menyelamatkan nyawa.
Masalah ini menunjukkan bahwa prioritas pembangunan perlu dievaluasi. Pembangunan yang benar bukan cuma soal gedung tinggi atau jalan mulus, tapi juga soal keselamatan dan kenyamanan sehari-hari. Infrastruktur yang ada harus dirawat dan diperbaiki segera kalau rusak. Pemerintah harus punya sistem pengawasan dan pemeliharaan yang jelas.
Masyarakat juga bisa ikut mengawasi dan melaporkan kerusakan. Tapi kalau pemerintah tidak menanggapi, laporan itu jadi tidak ada artinya.
Sudah saatnya pemerintah daerah memikirkan pembangunan yang lebih bermakna. Pembangunan yang megah tapi mengabaikan keselamatan warga tidak akan membawa manfaat sejati. Lampu lalu lintas dan fasilitas keselamatan lain harus dijaga agar setiap orang bisa merasa aman dan nyaman. Pembangunan terbaik adalah pembangunan yang nyata dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Pembangunan yang spektakuler tidak akan bermakna tanpa keberlanjutan dan keamanan bagi masyarakat. Menjaga fasilitas keselamatan dasar seperti traffic light harus menjadi bagian tak terpisahkan dari visi pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan rakyat. Karena pada dasarnya, pembangunan terbaik adalah yang tidak hanya megah dilihat, tetapi juga memberikan rasa aman dan nyaman bagi setiap warganya.
Ahmad Agung, Wakil Ketua Bidang Eksternal PK PMII STAI Al-Ghazali Bulukumba






