Lalu Lintas Semrawut, PMII Bulukumba Dorong Penegakan Andalalin

Bulukumba —Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Bulukumba mendesak Pemerintah Kabupaten Bulukumba agar segera melakukan kajian Analisis Dampak Lalu Lintas (Andalalin) terhadap aktivitas pertokoan, pergudangan, dan industri yang ada di daerah tersebut.

Wakil Bendahara PC PMII Bulukumba, Almuhajirin, menilai bahwa pesatnya pertumbuhan pertokoan, gudang, dan industri belum diimbangi dengan pengaturan lalu lintas yang baik. Hal ini menyebabkan kemacetan di sejumlah titik, terutama akibat parkir sembarangan serta aktivitas keluar-masuk kendaraan besar seperti truk.

“Banyak usaha yang beroperasi di pinggir jalan utama, tapi tidak memperhatikan dampaknya terhadap lalu lintas. Ini tentu merugikan masyarakat dan membahayakan pengguna jalan,” ujar Al-Muhajirin yang akrabnya disapa Ajir.

Ia menegaskan bahwa Andalalin sangat penting untuk memastikan aktivitas usaha tidak mengganggu arus lalu lintas. Berdasarkan aturan yang berlaku, Andalalin wajib dimiliki oleh.

  1. Pertokoan atau pusat ekonomi yang ramai pengunjung dan meningkatkan volume kendaraan.
  2. Gudang dan pusat distribusi yang melibatkan kendaraan besar dan aktivitas bongkar muat.Industri atau pabrik dengan mobilitas kendaraan yang tinggi.
  3. Usaha yang memiliki akses langsung ke jalan umum dan berpotensi menimbulkan kemacetan.

Selain sebagai syarat perizinan, hasil kajian Andalalin juga berisi rekomendasi teknis, seperti pengaturan parkir, jalur keluar-masuk kendaraan, serta pemasangan rambu lalu lintas.

PMII Bulukumba meminta pemerintah daerah untuk melakukan pengecekan terhadap usaha-usaha yang telah beroperasi, khususnya yang diduga belum memiliki Andalalin. Mereka juga mendorong agar penegakan aturan dilakukan secara tegas dan adil tanpa pandang bulu.

“Pembangunan dan investasi itu penting, tapi keselamatan dan kenyamanan masyarakat di jalan raya tidak boleh diabaikan,” tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *